Labuhanbatu (Sumatera Utara)-MITRATNI-POLRI.ID
Praktik peredaran gelap narkotika jenis sabu di lingkungan Jalan Nenas, Kecamatan Rantau Utara, Rantauprapat, diduga semakin subur dan berada dalam taraf yang sangat meresahkan. Aktivitas haram ini terus berjalan seolah tak tersentuh hukum, hingga memicu gelombang protes dan ketakutan di tengah masyarakat setempat.
Berdasarkan laporan dan keluhan dari warga sekitar, lokasi transaksi barang haram tersebut kini bergeser sedikit lebih masuk ke dalam—sekitar 20 meter dari titik awal. Untuk mengelabui aparat dan warga, para pelaku sengaja memindahkan lokasinya ke area yang lebih tertutup, tepatnya di belakang sebuah rumah warga.
Meskipun areanya kini lebih tersembunyi, intensitas orang tak dikenal yang lalu lalang keluar-masuk ke lokasi tersebut justru semakin tinggi dan mencurigakan. Ironisnya, pusat transaksi sabu ini berada di lokasi yang sangat dekat dengan masjid, tempat ibadah umat Muslim, yang menodai kesucian lingkungan religius masyarakat setempat.
Warga secara terang-terangan menunjuk hidung pihak-pihak yang diduga kuat menjadi dalang di balik rusaknya lingkungan mereka. Aktivitas eceran atau peredaran di lapangan diduga kuat dikomandoi oleh seorang pria bernama Dendi.
Namun, pergerakan Dendi di lapangan tidak berdiri sendiri. Berdasarkan informasi yang dihimpun dari keresahan masyarakat, Dendi diduga hanyalah perpanjangan tangan dari seorang Bandar Besar yang mengendalikan pasokan barang haram tersebut di wilayah Rantauprapat, yang berinisial Dew.
“Kami sudah sangat resah. Tiap hari melihat orang asing lalu lalang masuk ke belakang rumah itu untuk beli sabu. Jelas sekali ini merusak generasi muda kami, apalagi lokasinya dekat sekali dengan masjid. Kami tahu di lapangan ada si Dendi, tapi di belakang dia, ada bandar besar berinisial Dew yang menyuplai barang itu,” ungkap salah seorang warga Jalan Nenas yang meminta identitasnya dirahasiakan demi keamanan. Selasa (07/07).
Menyikapi situasi yang kian darurat ini, masyarakat Jalan Nenas Rantauprapat secara terbuka meminta ketegasan dari aparat penegak hukum. Warga mendesak pihak Kepolisian Resor (Polres) Labuhanbatu untuk segera bertindak nyata.
Warga meminta kepada Kapolres Labuhanbatu, AKBP Wahyu Endrajaya, S.I.K., M.Si., Kasat Narkoba Polres Labuhanbatu, AKP Hardiyanto, S.H., M.H., untuk turun langsung memimpin penggrebekan, membongkar jaringan ini hingga ke akar-akarnya, serta menangkap terduga pengedar Dendi dan memburu sang bandar besar Dew.
Masyarakat berharap Polres Labuhanbatu tidak kalah oleh taktik para pelaku yang menggeser lokasinya ke area tertutup. Tindakan cepat dan tegas dari kepolisian sangat dinantikan demi mengembalikan keamanan, kenyamanan, serta menyelamatkan masa depan generasi muda di Jalan Nenas Rantauprapat dari jerat narkoba.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak-pihak yang dituding warga berinisial Dendi maupun Dew belum memberikan keterangan resmi. Awak media tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi seluas-luasnya sesuai dengan Kode Etik Jurnalistik
Penulis : Rinaldi
