Keselamatan Warga Jadi Prioritas, DPRD TTS Dorong Solusi Permanen bagi Korban Longsor Oinlasi

Keselamatan Warga Jadi Prioritas, DPRD TTS Dorong Solusi Permanen bagi Korban Longsor Oinlasi

Spread the love

Timor Tengah Selatan (Nusa Tenggara Timur)-MitraTNI-POLRI.ID

Anggota DPRD Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) dari Daerah Pemilihan (Dapil) IV, Marthen Natonis, meminta Pemerintah Kabupaten TTS segera menyiapkan langkah relokasi yang layak dan berkelanjutan bagi warga terdampak bencana longsor di Dusun III, Desa Oinlasi, Kecamatan Kie.

Permintaan tersebut disampaikan menyusul dampak longsor yang mengakibatkan puluhan kepala keluarga kehilangan tempat tinggal dan harus mengungsi demi keselamatan mereka.

Menurut Marthen, penanganan pascabencana tidak boleh berhenti pada bantuan darurat semata. Pemerintah daerah perlu segera merancang solusi jangka panjang berupa relokasi yang aman agar warga tidak lagi hidup dalam ancaman bencana serupa.

“Sebagai wakil rakyat dari Dapil IV TTS, saya meminta Pemerintah Daerah untuk segera memikirkan dan mendesain langkah relokasi yang layak bagi masyarakat yang terdampak bencana. Keselamatan warga harus menjadi prioritas utama, terutama bagi mereka yang tinggal di wilayah rawan dan berisiko tinggi,” kata Marthen, Kamis (25/6/2026).

Ketua Komisi I DPRD TTS itu menegaskan bahwa relokasi bukan sekadar memindahkan masyarakat dari satu lokasi ke lokasi lain. Relokasi harus dirancang secara komprehensif dengan memperhatikan berbagai aspek penunjang kehidupan masyarakat.

Menurutnya, pemerintah perlu memastikan ketersediaan lahan yang aman dari ancaman bencana, akses jalan yang memadai, air bersih, jaringan listrik, fasilitas pendidikan dan kesehatan, hingga akses terhadap sumber penghidupan masyarakat.

Ia menilai langkah cepat dan terukur sangat diperlukan agar warga terdampak memperoleh kepastian mengenai masa depan mereka dan dapat kembali menjalani kehidupan secara normal.

“Kami di DPRD akan mendorong agar penanganan pascabencana tidak berhenti pada bantuan darurat semata, tetapi juga menghadirkan solusi jangka panjang yang menjamin keamanan dan kesejahteraan masyarakat di Desa Oinlasi,” tegasnya.

Selain mendorong percepatan relokasi, Marthen juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah, pemerintah kecamatan, aparat desa, serta masyarakat yang telah bergerak cepat melakukan evakuasi terhadap warga terdampak saat bencana terjadi.

Ia menilai langkah tanggap darurat yang dilakukan berbagai pihak telah membantu meminimalkan risiko yang lebih besar bagi warga yang berada di kawasan terdampak longsor.

Marthen juga menyoroti pentingnya kelancaran distribusi bantuan bagi para pengungsi. Ia meminta agar kebutuhan dasar warga yang saat ini berada di lokasi pengungsian terus dipantau dan dipenuhi secara berkelanjutan.

“Terima kasih kepada Pemerintah Daerah yang melalui BPBD Kabupaten TTS telah mendirikan posko pengungsian yang layak dan posko kesehatan di titik evakuasi. Logistik berupa makanan, air bersih, selimut, pakaian, serta kebutuhan khusus anak-anak dan lansia dari 35 kepala keluarga yang kehilangan rumah dan terdampak bencana harus dipastikan aman dan tidak boleh terlambat,” ujarnya.

Marthen menyatakan akan meninjau langsung lokasi bencana di Desa Oinlasi, Kecamatan Kie, pada Jumat (26/6/2026) guna melihat kondisi terkini warga terdampak sekaligus memastikan penanganan darurat berjalan sesuai kebutuhan masyarakat.

Sebelumnya, bencana longsor dilaporkan terjadi di Desa Oinlasi, Kecamatan Kie, pada Minggu (21/6/2026). Peristiwa tersebut mengakibatkan sebanyak 126 jiwa dari 35 kepala keluarga terdampak. Sebanyak 11 unit rumah dilaporkan mengalami kerusakan berat sehingga warga terpaksa mengungsi ke lokasi yang lebih aman.

Hingga kini, pemerintah bersama instansi terkait masih melakukan penanganan terhadap warga terdampak sembari menyiapkan langkah-langkah lanjutan untuk pemulihan pascabencana.

 

Jurnalis PRESKILA Napa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *