Lapor Kapolda Irjen Pol. Suhendri….!!Bea Cukai Awasi Dapur 6, Mengapa Kapolsek Galang Hingga Kapolres Karimun Belum Menjawab??

Lapor Kapolda Irjen Pol. Suhendri….!!Bea Cukai Awasi Dapur 6, Mengapa Kapolsek Galang Hingga Kapolres Karimun Belum Menjawab??

Spread the love

Batam (Kepulauan Riau)-MitraTNI-POLRI.ID

(09 Oktober 2026) -Aktivitas pengiriman barang melalui Pelabuhan Dapur 6, Kelurahan Sembulang, Kecamatan Galang, Batam, kembali menjadi sorotan setelah pemberitaan pertama mengangkat informasi mengenai dugaan pengiriman barang yang legalitasnya perlu ditelusuri. Hingga berita lanjutan ini diterbitkan, sejumlah pertanyaan mengenai pengawasan, dokumen muatan, dan jalur distribusi masih memerlukan penjelasan dari instansi berwenang.

Bea Cukai Batam telah memberikan penjelasan resmi terkait status pelabuhan tersebut. Kepada wartawan, Humas Bea Cukai Batam menyatakan,

“Karena tempat tersebut bukan merupakan kawasan pabean, jadi kami melakukan pengawasan dengan profiling dan patroli rutin.”

Terkait dugaan keterlibatan oknum aparat, Bea Cukai menegaskan sedang mendalami informasi tersebut.

“Kami dalami juga pak. Koordinasi kami dengan Polda dan Polres juga bagus. Kalau terbukti ada pelanggaran, pasti kami tindak.”

Rangkaian Kebungkaman yang Makin Memperjelas Situasi

Berbeda dengan keterbukaan Bea Cukai, respons dari pihak kepolisian justru belum memuaskan. Upaya konfirmasi telah tim media lakukan secara berjenjang.

Pertama, kepada Kapolsek Galang dan Kanit Reskrim Polsek Galang, salinan berita beserta permohonan penjelasan telah disampaikan untuk kedua kalinya melalui pesan via WhatsApp. Hingga saat ini, belum ada tanggapan apa pun dari kedua pihak.

Kedua, tim media juga telah menyampaikan permohonan konfirmasi langsung kepada Kapolres Tanjung Balai Karimun. Kami meminta tanggapan terkait informasi yang menyebutkan adanya oknum anggota aktif di jajarannya yang diduga terlibat dalam pengendalian aliran barang ilegal dari Batam, melintasi jalur Tanjung Balai Karimun, hingga mencapai Provinsi Riau dan Sumatera. Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan langsung yang diterima dari Kapolres Tanjung Balai Karimun.

Seperti yang telah diberitakan, Pelabuhan Dapur 6 milik pengusaha berinisial Ahui rutin melayani pengiriman barang keluar Provinsi Kepri. Salah satu kapal yang beroperasi adalah KM Berkat Mulia 2, berkapasitas 80–100 ton, yang hanya satu dari beberapa armada yang beroperasi setiap hari. Pemantauan langsung mencatat pemuatan beras ketan, gula, bawang putih, dan rokok tanpa cukai serta barang-barang yang diduga elektronik.

Mencuatnya informasi mengenai oknum aparat polisi berinisial LB, beserta rekannya SM dan ALM, yang diduga sebagai pengendali jaringan tersebut. Jalur serupa juga diduga beroperasi di Pelabuhan Tanjung Uma, Batu Ampar, dengan rute menuju Kabupaten Tanjung Balai Karimun, lalu diteruskan ke wilayah Riau hingga Sumatera.

Publik kini mempertanyakan, sampai kapan aktivitas yang diduga merugikan negara ini berjalan tanpa penjelasan dari pihak yang berwenang? Kebungkaman yang beruntun, dari tingkat Polsek hingga Polres, justru semakin memperlebar ruang dugaan, bukan menutupnya.

Melalui pemberitaan lanjutan ini, Kapolda Kepri Irjen Pol. Suhendri diharapkan memberikan perhatian khusus terhadap informasi yang berkembang dan memastikan setiap dugaan yang relevan

Tim media tetap membuka ruang selebar-lebarnya bagi Kapolsek Galang, maupun Kapolres Tanjung Balai Karimun untuk menyampaikan penjelasan resmi, demi keberimbangan dan kebenaran informasi yang layak diterima oleh masyarakat.

Hingga berita ini diturunkan, tim media masih berupaya melakukan konfirmasi kepada Kasi Propam Polres Karimun serta instansi berwenang lainnya.

 

Jurnalis: Alim & tim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *