Gresik (Jawa Timur)-MITRATNI-POLRI.ID
8 Juli 2026 – Pemerintah Kabupaten Gresik menyalurkan bantuan sosial nasional bagi petani yang mengalami gagal panen total atau dikenal dengan istilah puso akibat kekeringan berkepanjangan. Penyerahan dilaksanakan secara langsung oleh Bupati Gresik H. Fandi Akhmad Yani, S.E., M.M. (Gus Yani) di Pendopo Kantor Camat Cerme, Rabu (8/7) pagi sekitar pukul 10.00 WIB.
Kegiatan ini dihadiri pula oleh Kepala BPBD Kabupaten Gresik, Kepala Dinas Pertanian, Camat Cerme, Danramil, Kapolsek, kepala desa terdampak, serta ratusan perwakilan petani penerima manfaat.
Penyaluran bantuan menyusul penetapan Status Siaga Darurat Bencana Kekeringan dan Kebakaran Lahan Tahun 2026 melalui Keputusan Bupati Nomor 300.2.1/284/HK/437.12/2026. Fenomena El Niño membuat curah hujan turun drastis, menyebabkan kekeringan di 56 desa dari 11 kecamatan di Gresik, menurunnya debit sungai dan sumber irigasi hingga tanaman padi mati sebelum masa panen.
Berdasarkan verifikasi dan validasi data Calon Petani dan Calon Lahan (CPCL) Dinas Pertanian, tercatat 1.177 petani mengalami puso total, dengan rincian:
- 1.013 petani di Kecamatan Cerme
- 135 petani di Kecamatan Duduksampeyan
- 29 petani di Kecamatan Benjeng.
Bantuan bersumber dari alokasi bantuan nasional dan daerah yang dikelola BPBD Kabupaten Gresik, berupa paket kebutuhan pokok dan sarana pendukung pemulihan pertanian guna meringankan beban keluarga petani serta persiapan tanam berikutnya.
“Kehadiran saya di sini adalah bukti nyata negara hadir di tengah kesulitan saudara-saudara. Bantuan ini bukan sekadar materi, melainkan kepedulian pemerintah pusat dan daerah agar bapak ibu tetap kuat dan semangat kembali bercocok tanam. Kami tidak membiarkan petani berjuang sendirian,” ujar Gus Yani.
“Kami berharap ke depan Gresik semakin tangguh menghadapi perubahan iklim, irigasi terjaga baik, dan petani bisa panen melimpah dengan harga yang layak,” tambahnya.

Salah satu perwakilan petani, Wati (45 tahun) warga Desa Morowudi, Cerme, mengaku lega dan sangat berterima kasih:
“Selama berbulan-bulan kami menunggu air tak kunjung datang, tanaman layu dan mati. Bantuan ini sangat berarti bagi makan sehari-hari dan persiapan benih nanti,” ungkapnya haru.
Pemerintah Kabupaten Gresik tidak berhenti pada bantuan sesaat. Langkah strategis segera dijalankan:
- Memperbaiki dan memperdalam saluran irigasi serta sumur bor desa
- Menyediakan benih unggul tahan kekeringan secara bertahap
- Memperluas cakupan asuransi pertanian
- Memantau perkembangan kekeringan dan memperluas bantuan jika diperlukan
- Mengajukan dukungan tambahan ke Pemerintah Provinsi dan Pusat
Sementara itu, Camat Cerme H. Umar Hasyim menyampaikan apresiasi dan memastikan penyaluran berjalan adil, transparan, hingga tepat sasaran:
“Kami sudah verifikasi satu per satu agar hak saudara petani sampai utuh. Kami siap dampingi hingga pemulihan usaha tani selesai,” tegasnya.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama serta harapan agar musim kemarau segera berakhir dan panen berikutnya berjalan gemilang. Pemerintah Kabupaten Gresik berkomitmen menjadikan ketahanan pangan dan kesejahteraan petani sebagai prioritas utama pembangunan daerah.
jurnalis: REN
