Tapanuli selatan (Sumatera Utara)-MITRATNI-POLRI.ID
Damparan Haunatas, Kecamatan Saipar Dolok Hole, Bpati tapsel Gus irawan Pasaribu menegaskan komitmen Gerakan 10.000 Hektare Jagung sebagai salah satu langkah mempercepat pemulihan ekonomi Tapanuli Selatan pascabencana 25 November 2025.
Lebih dari 3.000 hektare sawah terdampak gagal panen, sehingga lahan yang masih memungkinkan harus segera kita produktifkan. Damparan sendiri memiliki sekitar 50 hektare lahan, dan saat ini 20 hektare telah ditanami jagung dengan potensi produksi 5–6 ton per hektare.
Pemerintah menyiapkan ekosistemnya dari hulu hingga hilir: modal melalui Bank Sumut dengan bunga 0 persen pada tahun pertama, bibit, pupuk, penyuluhan, mekanisasi melalui alat berat, rotary dan mesin pemipil, serta kepastian pasar melalui offtaker yang bekerja sama dengan BUMD. Kebutuhan modal budidaya di Damparan berkisar Rp9–13 juta,
Artinya petani tidak boleh lagi berhenti karena alasan modal, yang kita dorong adalah bagaimana lahan ditanam, dikelola dengan cara yang benar, produktivitas meningkat, dan hasilnya terserap dengan harga yang baik.
Kita tidak sekadar menanam jagung, tetapi sedang membangun ekosistem pertanian dan sumber pendapatan baru bagi masyarakat. Saya ingin setiap jengkal lahan yang memungkinkan menjadi produktif, terutama di wilayah terdampak bencana.
Pemerintah akan terus mendampingi petani dari lahan, modal, produksi, mekanisasi hingga pasar, karena tujuan akhirnya bukan keuntungan pemerintah, tetapi petani semakin produktif, pendapatannya meningkat, dan Tapanuli Selatan bangkit dengan kekuatan nya sendiri.
Penulis: Pardomuan
Kabiro tapanuli selatan
