Gresik (Jawa Timur)-MITRATNI-POLRI.ID
SD Ma’arif NU 45 yang berlokasi di kawasan Perumahan Batara, Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik, kembali melaksanakan kegiatan rutin pembiasaan keagamaan sekaligus penyuluhan penting bagi seluruh siswa. Pada hari ini, seluruh siswa beserta dewan guru melaksanakan Sholat Dhuha Berjamaah yang dilanjutkan dengan Sosialisasi Pencegahan dan Larangan Bullying di lingkungan sekolah.
Kegiatan ini dimulai pukul 07.00 Wib di halaman sekolah. Dengan tertib dan khidmat, para siswa berbaris rapi mengikuti pelaksanaan Sholat Dhuha berjamaah yang dipimpin oleh Bapak Kepala Sekolah beserta Guru Pendidikan Agama Islam. Suasana yang damai dan penuh kekhusyukan terpancar dari wajah-wajah para siswa yang sedang menunaikan ibadah sunnah ini.
Kepala Sekolah SD Ma’arif NU 45 Benjeng menyampaikan bahwa pelaksanaan Sholat Dhuha berjamaah bukan sekadar rutinitas ibadah semata, melainkan sarana pembentukan karakter siswa sejak dini.
“Membiasakan sholat Dhuha berjamaah melatih kedisiplinan, ketepatan waktu, kebersamaan, dan kepekaan sosial siswa. Melalui ibadah bersama ini, hati-hati anak kita diharapkan menjadi lembut, tumbuh rasa kasih sayang antar sesama, dan kesadaran bahwa semua makhluk ciptaan Allah layak dihormati dan disayang,” ungkap Beliau.
Pembiasaan ini sejalan dengan hasil berbagai penelitian yang menunjukkan bahwa kegiatan keagamaan rutin seperti sholat Dhuha berjamaah secara signifikan dapat menurunkan tingkat agresi verbal maupun fisik di kalangan siswa sekolah dasar. Siswa yang memiliki kedekatan dengan Allah SWT diharapkan tidak akan tega menyakiti orang lain, baik dengan tangan maupun perkataan.
Larangan Bullying: Sekolah Adalah Rumah Kedua yang Aman
Usai pelaksanaan Sholat Dhuha dan doa bersama, kegiatan dilanjutkan dengan sosialisasi larangan bullying yang disampaikan oleh tim guru pembimbing sekolah. Materi disampaikan dengan bahasa yang sederhana namun tegas agar mudah dipahami oleh seluruh siswa, mulai dari kelas rendah hingga kelas tinggi.
Dalam sosialisasi tersebut, dijelaskan bahwa bullying adalah segala bentuk penindasan, kekerasan fisik, ucapan yang menyakitkan, pengucilan, maupun perlakuan tidak menyenangkan yang dilakukan berulang-ulang oleh seseorang terhadap orang lain. Perbuatan ini sangat dilarang keras di SD Ma’arif NU 45 karena bertentangan dengan nilai-nilai ajaran Islam, norma kesusilaan, serta aturan sekolah yang berlaku.
“Rasulullah SAW bersabda: ‘Seorang muslim itu adalah orang yang dari lisan dan tangannya orang lain merasa aman.’ Tidak ada tempat bagi perundungan di sekolah kita. Sekolah adalah rumah kedua tempat kita belajar, berteman, dan tumbuh bersama dalam kebaikan,” tegas salah satu pemateri sosialisasi.
Para siswa diajak untuk memahami beberapa poin penting, antara lain:
- Mengenal jenis bullying: fisik, verbal, emosional, hingga perundungan di media sosial
- Dampak bullying: menurunkan rasa percaya diri, membuat orang lain takut dan sedih, mengganggu konsentrasi belajar, hingga gangguan kesehatan mental
- Cara bersikap: hargai teman, jangan mengejek fisik/kekurangan orang lain, tolong teman yang sedang kesusahan, dan sampaikan jika melihat atau mengalami perundungan kepada guru atau orang tua
Berani melapor: setiap siswa memiliki hak untuk merasa aman di sekolah. Jika ada yang mengalami atau melihat bullying, wajib melapor kepada guru tanpa rasa takut
Kombinasi antara kegiatan spiritual melalui sholat Dhuha dan sosialisasi anti-bullying ini bukanlah kebetulan. Kedua hal ini saling melengkapi: sholat Dhuha membentuk hati yang bersih dan perilaku yang terpuji, sementara sosialisasi memberikan pemahaman yang jelas tentang batasan-batasan pergaulan yang sehat.
SD Ma’arif NU 45 berkomitmen menjadikan sekolah sebagai lingkungan yang aman, nyaman, ramah anak, dan bebas dari segala bentuk kekerasan. Sekolah tidak hanya bertugas mencerdaskan intelektualitas siswa, tetapi juga membentuk akhlak mulia sesuai visi lembaga pendidikan Ma’arif.
“Kami ingin anak-anak tumbuh bukan hanya pintar secara ilmu pengetahuan, tetapi lebih utama berakhlak mulia, santun, peduli sesama, dan menjadi manfaat bagi lingkungannya. Sekolah yang aman dari bullying adalah hak setiap siswa, dan itu akan terus kami perjuangkan bersama-sama,” tambah Beliau.
Kegiatan serupa dijadwalkan akan terus dilaksanakan secara berkala dan berkelanjutan, tidak hanya di bulan tertentu, tetapi menjadi budaya sekolah sehari-hari. Dukungan dari orang tua/wali murid juga sangat diharapkan agar nilai-nilai yang ditanamkan di sekolah senantiasa diperkuat di lingkungan rumah masing-masing.
SD Ma’arif NU 45 mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya di lingkungan Perumahan Batara dan Benjeng, untuk bersinergi menjadikan dunia pendidikan benar-benar sebagai ruang yang melindungi, mengayomi, dan membangun generasi penerus yang berkualitas, berkarakter kuat, serta berakhlakul karimah.
Sekolah Aman, Siswa Bahagia, Masa Depan Cerah — Bebas Bullying.
(Ren)
