Jongko Pedagang Nanas Palasari Dua Cisaat Subang Jawa Barat, Kini Lebih Rapi, Kios Kayu-Bambu dan atap ijuk Hadirkan Wajah Baru

Jongko Pedagang Nanas Palasari Dua Cisaat Subang Jawa Barat, Kini Lebih Rapi, Kios Kayu-Bambu dan atap ijuk Hadirkan Wajah Baru

Spread the love

Subang (Jawa Barat)-MitraTNI-POLRI.ID

Wajah kawasan pedagang di sepanjang Jalan Palasari Dua, Babakan Gunung, Cisaat, Kabupaten Subang, kini perlahan mulai berubah. Deretan tempat berdagang yang sebelumnya berupa lapak sederhana atau yang oleh masyarakat Subang biasa disebut “jongko”, mulai ditata menjadi kios berbahan kayu, bambu dan atas atap bahan ijuk dengan sentuhan arsitektur tradisional menyerupai joglo kecil,lebih artistik

Sebelum adanya pembangunan kios tersebut, para pedagang menjalankan aktivitas usahanya menggunakan jongko dengan bentuk, ukuran dan material yang berbeda-beda. Karena tumbuh secara alami sesuai kebutuhan masing-masing pedagang, penampilannya belum tertata secara seragam sehingga kawasan tersebut terkesan kurang rapi dan kurang menarik dari sisi estetika.

Kini Suasananya Mulai Berbeda

Sejumlah kios dari kayu, bambu dan atap ijuk, sudah berdiri dan mulai digunakan oleh para pedagang. Sebagian lainnya terlihat masih dalam proses pembangunan. Desain yang dibuat relatif seragam menjadikan deretan tempat usaha masyarakat tersebut terlihat lebih rapi, kokoh, nyaman dan enak dipandang mata.

Perubahan tersebut juga dirasakan langsung oleh para pedagang

Dalam kunjungan dan pantauan Gus Aji media MitraTNI-POLRI.id di lokasi, salah satu pedagang yang berhasil ditemui adalah Bapak Wakya dan Ibu Cucu. Pasangan suami istri tersebut sehari-hari menjajakan buah nanas kepada masyarakat maupun pengunjung yang melintas.

Nanas sendiri telah lama dikenal sebagai salah satu komoditas unggulan dan menjadi bagian dari identitas Kabupaten Subang. Karena itu, keberadaan deretan pedagang nanas di jalur tersebut juga mempunyai potensi menjadi daya tarik tersendiri apabila ditata dengan baik.

Bapak Wakya dan Ibu Cucu mengaku senang setelah tempat mereka berdagang mendapatkan penataan.

Menurut mereka, kios yang sekarang terlihat lebih rapi dan kokoh dibandingkan jongko sebelumnya. Keseragaman bentuk kios juga membuat lingkungan tempat berdagang menjadi lebih bagus dan nyaman dipandang.

Bukan hanya pedagang yang mendapatkan manfaat. Penataan tersebut diharapkan memberikan kenyamanan lebih bagi masyarakat dan wisatawan yang berhenti untuk melihat maupun membeli nanas dan produk masyarakat setempat.

Penataan jongko pedagang menjadi kios bernuansa tradisional ini merupakan salah satu perubahan yang dirasakan masyarakat dari kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat di bawah kepemimpinan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau yang akrab dikenal KDM, dengan dukungan Pemerintah Kabupaten Subang.

Konsep penggunaan kayu dan bambu juga memberikan karakter tersendiri. Selain lebih dekat dengan nuansa alam, bentuk bangunan tradisional tersebut dinilai selaras dengan karakter kawasan Subang yang memiliki potensi pertanian, perkebunan sekaligus pariwisata.

Pedagang Berharap Ada Penerangan

Di balik rasa senang atas pembangunan kios tersebut, Bapak Wakya dan Ibu Cucu masih menyampaikan satu harapan sederhana kepada pemerintah dan pihak terkait.

Menurut keduanya, di dalam kios yang mereka gunakan saat ini belum tersedia lampu penerangan yang memadai.

Kondisi tersebut membuat aktivitas berjualan sulit dilakukan hingga malam hari. Padahal, apabila tersedia penerangan, pedagang memiliki kesempatan memperpanjang waktu berjualan, terutama ketika masih terdapat masyarakat atau wisatawan yang melintas pada sore hingga malam hari.

Harapan mengenai penerangan ini tentunya dapat menjadi masukan untuk penyempurnaan fasilitas yang telah dibangun.

Sebab pembangunan tidak hanya berbicara mengenai keindahan fisik, tetapi juga bagaimana fasilitas tersebut dapat memberikan manfaat ekonomi yang semakin besar bagi masyarakat yang menggunakannya.

Penataan jongko menjadi kios yang lebih rapi merupakan langkah positif. Jika ke depan dilengkapi penerangan, kebersihan, serta penataan lingkungan yang terus dijaga bersama, bukan tidak mungkin kawasan pedagang nanas Palasari Dua Cisaat, dapat berkembang menjadi salah satu titik persinggahan yang menarik bagi masyarakat maupun wisatawan yang berkunjung ke kawasan Subang dan sekitarnya.

Dari jongko sederhana yang dahulu berdiri tidak seragam, kini perlahan hadir wajah baru: lebih tertata, lebih indah, dan diharapkan mampu ikut mengangkat perekonomian para pedagang kecil.

 

Laporan dari Abdul Majid (Gus Aji) Kabiro Subang Jawa Barat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *