Timor Tengah Utara (Nusa Tenggara Timur)-MitraTNI-POLRI.ID
Universitas Terbuka (UT) Kupang terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga mutu pendidikan jarak jauh melalui pengawasan ujian online yang profesional serta peningkatan layanan akademik bagi mahasiswa. Komitmen tersebut tercermin dari hasil wawancara dengan petugas pengawas ujian online UT Kupang, Ibu Ike, yang ditugaskan sebagai pengawas pada lokasi ujian online di Universitas Timor (Unimor), serta Kepala Sentra Layanan Universitas Terbuka (SALUT) Kefamenanu, Bapak John Taus.
Dalam wawancara tersebut, Ibu Ike menjelaskan bahwa seluruh tahapan pelaksanaan ujian online telah dipersiapkan secara matang sebelum ujian dimulai. Persiapan tersebut meliputi pengecekan perangkat komputer, jaringan internet, aplikasi ujian, identitas peserta, hingga kesiapan ruang laboratorium komputer.
Menurutnya, seluruh proses dilakukan secara sistematis agar pelaksanaan ujian dapat berlangsung tertib, aman, dan sesuai dengan standar operasional yang telah ditetapkan oleh Universitas Terbuka.
Ia menegaskan bahwa tugas utama seorang pengawas bukan hanya mengawasi peserta selama ujian berlangsung, tetapi juga memastikan seluruh rangkaian kegiatan ujian berjalan dengan baik sejak awal hingga ujian dinyatakan selesai. Pengawas memiliki tanggung jawab menjaga ketertiban, memastikan kepatuhan peserta terhadap tata tertib ujian, serta menjamin pelaksanaan ujian berlangsung secara objektif, transparan, dan berintegritas.
Terkait kemungkinan terjadinya gangguan teknis, Ibu Ike menyampaikan bahwa pengawas selalu sigap mengambil langkah penanganan apabila terjadi kendala jaringan internet maupun masalah pada sistem komputer di laboratorium. Setiap gangguan yang muncul segera ditangani agar tidak menghambat jalannya ujian sehingga peserta tetap dapat menyelesaikan ujian sesuai waktu yang telah ditentukan.
Sementara itu, mengenai dugaan pelanggaran atau kecurangan selama ujian, Ibu Ike menegaskan bahwa seluruh kasus akan ditangani berdasarkan prosedur dan ketentuan yang berlaku di Universitas Terbuka. Menurutnya, setiap peserta wajib mematuhi tata tertib ujian, dan apabila terbukti melakukan pelanggaran akademik, maka akan dikenakan sanksi sesuai regulasi, termasuk kemungkinan memperoleh nilai E sebagai bentuk penegakan integritas akademik.
Ia juga menyampaikan bahwa Universitas Terbuka akan terus melakukan penyempurnaan terhadap sistem pelaksanaan ujian online. Perbaikan tersebut diarahkan pada peningkatan kualitas sistem, pelayanan, serta dukungan teknologi agar pelaksanaan ujian pada masa mendatang semakin efektif, efisien, aman, dan memberikan kenyamanan bagi seluruh mahasiswa.
Pada kesempatan yang sama, Kepala SALUT Kefamenanu, Bapak John Taus, menjelaskan bahwa SALUT memiliki peran strategis sebagai pusat layanan yang mendampingi mahasiswa Universitas Terbuka sejak proses pendaftaran hingga penyelesaian studi. Layanan yang diberikan mencakup pendampingan administrasi akademik, registrasi mata kuliah, penyampaian informasi akademik, konsultasi pembelajaran, hingga membantu mahasiswa memahami berbagai sistem layanan digital yang diterapkan Universitas Terbuka.
Menurut John Taus, SALUT tidak hanya memberikan pelayanan administrasi, tetapi juga berupaya mendampingi mahasiswa yang mengalami kesulitan selama proses pembelajaran maupun dalam pengurusan administrasi akademik. Pendampingan dilakukan secara langsung sehingga mahasiswa memperoleh solusi yang cepat, tepat, dan sesuai dengan kebutuhan akademiknya.
Lebih lanjut, John Taus berharap SALUT Kefamenanu terus berkembang menjadi pusat layanan pendidikan yang semakin berkualitas serta mampu menjangkau lebih banyak masyarakat di Kabupaten Timor Tengah Utara dan wilayah sekitarnya. Ia menegaskan bahwa Universitas Terbuka merupakan pilihan yang tepat bagi masyarakat yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi dengan sistem yang fleksibel tanpa harus meninggalkan pekerjaan maupun aktivitas sehari-hari.
“Kami mengajak seluruh masyarakat, khususnya adik-adik yang sempat putus kuliah atau belum memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan tinggi, untuk bergabung bersama Universitas Terbuka melalui SALUT Kefamenanu. Kesempatan untuk memperoleh pendidikan tinggi tetap terbuka bagi siapa saja yang memiliki semangat belajar,” ujar John Taus.
Ia juga mengungkapkan bahwa hingga saat ini SALUT Kefamenanu secara aktif melaksanakan berbagai kegiatan sosialisasi ke desa-desa, sekolah-sekolah, serta gereja-gereja di Kabupaten Timor Tengah Utara. Upaya tersebut dilakukan untuk memperluas akses informasi mengenai Universitas Terbuka kepada masyarakat. Hasilnya, jumlah masyarakat yang mendaftarkan diri sebagai mahasiswa melalui SALUT Kefamenanu terus mengalami peningkatan setiap periode penerimaan mahasiswa baru.
Melalui sinergi antara UT Kupang dan SALUT Kefamenanu, diharapkan kualitas pelayanan akademik serta penyelenggaraan ujian online semakin meningkat, sehingga mampu menjaga mutu pendidikan tinggi terbuka dan jarak jauh sekaligus memberikan akses pendidikan yang lebih luas bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur.
Stefen
