Menjadi Cahaya di Tengah Keterbatasan WBP Lapas Bangko Diajak Menebar Manfaat bagi Sesama

Menjadi Cahaya di Tengah Keterbatasan WBP Lapas Bangko Diajak Menebar Manfaat bagi Sesama

Spread the love

Bangko  (Jambi)-mitratni-polri.id

Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Bangko kembali melaksanakan kegiatan pembinaan kepribadian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) melalui pembinaan kerohanian Islam yang berlangsung di Masjid At-Taubah Lapas Bangko. Kegiatan yang diikuti oleh WBP muslim tersebut mengangkat tema “Orang Baik yang Bermanfaat” dan menghadirkan seorang dai dari Jamaah Tabligh sebagai pemateri.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan kepribadian yang secara rutin dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan kualitas keimanan, ketakwaan, serta membentuk karakter WBP agar menjadi pribadi yang lebih baik selama menjalani masa pidana. Melalui pembinaan keagamaan, para WBP diharapkan mampu melakukan introspeksi diri, memperbaiki perilaku, serta menyiapkan diri untuk kembali berperan positif di tengah masyarakat.

Dalam tausiyahnya, pemateri menyampaikan bahwa setiap manusia memiliki kesempatan untuk berubah dan memperbaiki diri. Kebaikan seseorang tidak hanya diukur dari ibadah yang dilaksanakannya, tetapi juga dari sejauh mana dirinya mampu memberikan manfaat kepada orang lain. Oleh karena itu, masa pembinaan di dalam lapas harus dimaknai sebagai kesempatan untuk membangun kembali kehidupan yang lebih baik dengan memperkuat nilai-nilai keagamaan, memperbaiki akhlak, dan menumbuhkan kepedulian sosial.

Para WBP juga diajak untuk meneladani sifat-sifat mulia Rasulullah SAW, seperti kejujuran, kesabaran, amanah, dan kepedulian terhadap sesama. Menurut pemateri, seseorang yang mampu memberikan manfaat melalui perkataan, tindakan, maupun keteladanan akan menjadi pribadi yang bernilai di hadapan Allah SWT dan dihormati oleh masyarakat.

Kepala Lapas Kelas IIB Bangko, Heri, menyampaikan bahwa pembinaan kepribadian merupakan salah satu aspek penting dalam proses pemasyarakatan. Menurutnya, keberhasilan pembinaan tidak hanya diukur dari kepatuhan terhadap aturan selama menjalani pidana, tetapi juga dari perubahan sikap dan pola pikir yang lebih baik.

“Melalui kegiatan pembinaan keagamaan seperti ini, kami ingin menanamkan nilai-nilai positif kepada warga binaan agar mereka memiliki bekal moral dan spiritual yang kuat. Harapannya, setelah selesai menjalani masa pidana, mereka dapat kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik, bertanggung jawab, dan mampu memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya,” ujar Heri.

Kegiatan berlangsung dengan tertib, khidmat, dan penuh antusiasme. Para WBP mengikuti seluruh rangkaian pembinaan dengan sungguh-sungguh serta menyimak setiap materi yang disampaikan. Melalui pembinaan yang berkelanjutan, Lapas Kelas IIB Bangko terus berkomitmen mewujudkan fungsi pemasyarakatan sebagai sarana pembentukan karakter, peningkatan kualitas diri, dan reintegrasi sosial, sehingga warga binaan mampu menjadi insan yang produktif, berakhlak mulia, dan bermanfaat bagi sesama setelah kembali ke tengah masyarakat.

 

M U S T A I N

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *