Labuanbatu (Sumatra Utara)-MITRATNI-POLRI.id
Benteng pertahanan pedesaan di Kecamatan Bilah Hilir kini berada dalam ancaman serius. Blok-blok perkebunan hingga dusun terpencil yang semula tenang, kini dilaporkan telah disusupi oleh jaringan narkotika jenis sabu skala besar yang bergerak masif dan terstruktur.
Aktor intelektual di balik peredaran gelap ini diduga kuat dikendalikan oleh seorang pria berinisial Zack. Tidak sekadar menjual, Zack disinyalir memimpin kartel lokal dengan manajemen distribusi yang rapi, memetakan wilayah operasi hingga menyentuh kawasan pelosok Kabupaten Labuhanbatu.
Informasi yang dihimpun di lapangan menunjukkan betapa sistematisnya gurita bisnis haram ini bergerak:
Sektor Sei Bomban: Dikomandoi oleh tangan kanan Zack berinisial M, yang terindikasi kuat terafiliasi dengan kelompok Putra Sennah.
Sektor Desa Sei Tampang: Menjadi jalur basah yang merambah deras ke Dusun Wonosari, Dusun Sidorejo, kawasan sekitar PT DLI, hingga Sei Mambang.
Sektor Pelosok: Jaringan ini juga berhasil menembus wilayah pedalaman di Desa Kampung Bilah dan Desa Perkebunan Bilah.
Kondisi ini memicu alarm bahaya bagi warga setempat. Kecemasan menjalar di kalangan para orang tahu yang menyaksikan masa depan anak-cucu mereka kini dipertaruhkan di depan mata.
Seorang warga Bilah Hilir berinisial MH, menyuarakan jeritan kolektif masyarakat yang mulai merasa tidak aman di tanah kelahiran mereka sendiri.
“Kami meminta polisi segera bertindak nyata, tangkap Zack! Bisnisnya ini sudah merusak generasi bangsa. Kami sebagai orang tua sangat takut dan was-was. Jangan biarkan peredaran ini semakin merajalela tanpa ada tindakan,” tegas Am dengan nada cemas, Sabtu (20/06/2026).
Demi menjaga keberimbangan informasi (cover both sides), jurnalis MITRATNI-POLRI.id telah melayangkan pesan konfirmasi resmi kepada Zack (Jack) selaku pihak yang dituding oleh masyarakat mengendalikan jaringan tersebut.
Dalam pesan tersebut, awak media meminta tanggapan, bantahan, ataupun klarifikasi tertulis mengenai keresahan warga di beberapa desa (Sei Bomban, Sei Tampang, Kampung Bilah, dll) sebelum informasi ini diteruskan secara lebih luas ke tingkat Polres Labuhanbatu dan Polda Sumut. Namun, hingga berita ini resmi dipublikasikan, terduga bandar tersebut memilih bungkam dan tidak memberikan balasan apa pun.
Setali tiga uang, otoritas penegak hukum setempat pun terkesan bergeming di tengah desakan warga yang kian memuncak. Saat dikonfirmasi oleh awak media mengenai aktivitas jaringan Zack yang kian terang-terangan ini, Kanit Reskrim Polsek Bilah Hilir juga memilih untuk tidak memberikan respons dan tetap bungkam hingga berita ini naik cetak.
Sikap diam dari pihak Polsek Bilah Hilir serta bungkamnya pihak terduga melahirkan skeptisisme dan tanda tanya besar di tengah masyarakat. Sadar bahwa ancaman ini sudah dalam tahap darurat, warga kini mengalihkan harapan mendesak mereka kepada tingkat otoritas yang lebih tinggi, yaitu Polres Labuhanbatu dan Polda Sumatera Utara.
Masyarakat mendesak jajaran kepolisian di tingkat wilayah dan daerah untuk segera turun tangan memotong urat nadi jaringan Zack sebelum kerusakan moral generasi muda di Bilah Hilir menjadi tidak terpulihkan.
Jurnalis: Rinaldi
