Penulis:Mahmud Padang
Pemerhati Sosial Politik Aceh,Ketua DPW Alamp Aksi Aceh
Aceh Singkil (Aceh)MITRATNI-POLRI.ID
Aceh Singkil 12 Desember 2025 Lebih Dari Dua Minggu Sejak Banjir Bandang Meluluhlantakan Aceh Dan Sebagian Wilayah Sumatra,
Penangananya Justru Menampilkan Absurditas Khas Republik Ini ,Dimana Negara Yang Lebih Rajin Meredam Kritik Ketimbang Mengurus Korban.Di
Tengah Lumpur, Pengungsian,Dan Ratusan Jenazah Yang Di Evakuasi, Publik Di Sungguhi Drama Demi Drama Yang Seolah Di Rancang Untuk Mengalihkan Perhatian Dari Kegagalan Utama, Yakni Lambatnya Respons Dan Absennya Kepemimpinan Bencana.
Kisah Itu Bermula Ketika BNPB Menyebut banjir Aceh , Tak Parah , Seperti Yang Ramai Di Media Sosial. Pernyataan Langsung Di Bakar Kritik Publik.Di Lapangan, Ribuan Warga Terjebak Jembatan Rubuh, Ratusan Kilometer Jalan Terputus,Dan Listrik Padam Berhari-hari.Ketika Tekanan Meningkat, Kepala BNPB Akhirnya Meminta Maaf, Sebuah Pola Klasik Ketika Negara Tidak Siap, Tetapi Tetap Berusaha Terlihat Menguasai Keadaan.
Desakan Agar Bencana Aceh Ditetapakan Sebagai Bencana Nasional Semangkin Lantang. Sejumalah Negara Termasuk Para Pengusaha Diaspora Aceh Di Malaysia, Menyampaikan Kesiapan Membantu Tetapi Terkendala Status.Namun Pemerintah Pusat Tetap Bersikukuh Bahwa Aceh Masih ,Mampu Menangani Sendiri , Klaim Itu Janggal Jika Melihat Data Di Lapangan Dan Seruan Keputusasaan Dari Daerah-Daerah Terdampak .
Beberapa Kabupaten Bahkan Mengirim Surat Pernyataan Ketidaksanggupan . Belakangan Terungkap Surat Itu Merupakan Arahan Pemerintah Propinsi.Namun Alih-Alih Digunakan Untuk Status Bencana Nasional, Gubernur Aceh Muzakir Manaf Justru Menuding Para Bupati ,Cengeng Tak Mampu Bekerja .
Drama Kian Melebar Ketika Bupati Aceh Selatan Mirwan Ms,Yang Ikut Menandatangani Surat Ketidaksanggupan Itu, Viral Karena Berangkat Umrah Tanpa Ijin Gubernur.Pemerintah Aceh Baru Menyampaikan Penolakan Izinnya Ketika Sang Bupati Sudah Dalam Perjalanan Menuju Mekkah ,Kejadian Itu Langsung Konsumsi Politik Nasional Bahkan Ketua Komisi11 DPR Dari Nasdem Mengancam Keras, Mendagri Turun Tangan Gerindra Memecat Mirwan Dari Jabatan Partai, Presiden Prbowo Menyindir Keras,Hingga Akhirnya Status Nonaktif Di Jatuhkan Mirwan Ms.
Belum Reda Muncul Pula Episode ,93 Persen Listrik Menyala, Di Hadapan Presiden, Mentri ESDM Bahlil Lahadalia Mengeklaim Pemulihan Listrik Aceh Telah Mencapai 93 Persen,Warga Aceh Yang Malam Itu Gelap Gulita Membalas Klaim Tersebut Dengan Banjir.Kritik Beberapa Hari Kemudian Bahlil Meminta Maaf , Sementara Dirut PLN Mengklarifikasi Bahwa Sistem Kelistrikan Aceh Sedang Gagal Sinkronisasi Dan Di Perkirakan Baru Pulih 14 Desember .
Rangkain Drama Itu Menyita Energi Publik.Namun Justru Celah Inilah Yang Mengawatirkan.Serangakain Kegaduhan Seakan Menenggelamkan Isu Pokok Yang Semestinya Menjadi Fokus Negara,Kenapa Penanganan Begitu Lambat,Apa Akar Penyebab Banjir Sebesar Ini, Dan Mengapa Pemerintah Pusat Begitu Menolak Menetapkannya Sebagai Bencana Nasional , Lanskap Politik Dan Ekonomi Yang Rumit Persoalannya Tampak Lebih Dari Sekadar ,Harga Diri Bangsa,.
Dibalik Penolakan Bencana Nasional :Ekologi Yang Terkoyak
Secara Objektif Hampir Seluruh Indikator Bencana Nasional Terpenuhi ,Walhi Aceh Menegaskan Sedikitnya Lima Variabel ,Utama Yaitu Korban Besar , Pengungsian Masif ,Kerusakan Infrastruktur, Wilayah Terdampak Luas , Dan Pemerintah Daerah Kewalahan.Data BNPB Membenarkan Kondisi Itu.Per 8 Desember 2025, Korban Meninggal Mencapai 974 Orang , 298 Orang Hilang, Dan Puluhan Ribu Mengungsi .Angka angka itu Terus Bergerak Naik.
Narasumber Mahmud Padang
Hendra Brs
