Tingginya Curah Hujan, Mengakibatkan Rumah Warga Ngaso Dilanda Banjir Bandang

Tingginya Curah Hujan, Mengakibatkan Rumah Warga Ngaso Dilanda Banjir Bandang

Spread the love

Rokan Hulu (Riau)- Mitratni-Polri.id

Tingginya Curah Hujan membuat luapan air semakin meluap mengakibatkan terjadinya banjir, akibat luapan air yang tidak lagi terbendung mengakibatkan banjir menerjang kampung penghijauan desa ngaso RT 01 RW 05 penghijauan, hampir separuh kampung penghijauan terdampak banjir yang terjadi pada hari Rabu tanggal 18 Desember 2024.

Kronologisnya pada hari Rabu sore curah hujan sangat tinggi, ketika hari sudah mulai malam warga sudah mulai tampak gelisah karna hujan belum juga kunjung berhenti, berdasarkan pengacuan pada tahun lalu jikalau hujan turun sudah 4 jam maka sudah di pastikan akan banjir, itu yang membuat warga panik, naas nya pada Rabu malam benar saja banjir datang dengan kencang dan cepat di perkirakan ketinggian banjir mencapai lebih kurang satu meter berketepatan pada malam itu listrik mati atau padam membuat warga cukup panik dengan situasi itu.

Saat di konfirmasi oleh tim awak media kepala desa ngaso mengatakan banjir ini di karenakan sungai yang menampung air tidak maksimal berawal dari banyaknya asupan air yang mengalir dari PTPN IV, dan juga sistim parid dan sungai yang belum di perbaiki, ” untuk itu nanti kita coba membicarakan hal ini kepada pihak perusahaan PTPN IV” ujar pak kades desa Ngaso.

Kades desa Ngaso juga menghimbau kepada seluruh masyarakat desa ngaso untuk slalu waspada pada musim hujan ini yang mengakibatkan sering terjadi banjir terutama di rumah rumah warga.

Terpisah, warga kampung penghijauan sangat berharap banjir tahunan ini dapat segera di atasi oleh pemerintahan desa ngaso melalui bantuan dari PTPN IV sei rokan, harap salah satu warga kampung penghijauan saat di mintai keterangan oleh awak media.

Selang beberapa waktu kemudian banjir mulai surut, tampak warga segera melihat keadaan di dalam rumah masing masing sekaligus membersihkan rumah dan perabotan yang masih berlumpur dan basah.

 

(Jurnalis Eriadeswati)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *