Pelalawan- (Riau) MITRA TNI-POLRI.ID–
Oknum wartawan bernama Charles P. Sianipar diduga kuat terima suap dari oknum ketua GRIB Jaya Kabupaten Pelalawan. Dugaan suap itu terjadi guna meloloskan satu unit mobil Coltdiesel warna kuning nomor polisi BH 8097 NV yang diduga mengangkut minyak mentah tanpa dokumen dari Jambi mau dibawa ke Ujung Tanjung Kabupaten Rohil.
Hal itu terjadi Rabu (11/09/2024) di rumah makan Siantar Jaya, Desa Kemang, Kecamatan Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan, Propinsi Riau. Berawal ketika salah seorang warga Sorek Satu melintas di Jalan Lintas Timur dari Sorek Satu Menuju Pangkalan Kerinci. Dia melihat dua unit mobil Coltdiesel sedang menyalin minyak kepuluhan jerigen dari salah satu Coltdiesel yang baknya bocor untuk dipindahkan ke Coltdiesel lainnya.
Mendapat informasi tersebut, wartawan media ini menghubungi sejumlah rekan-rekan media lainnya untuk diliput. Sehingga sejumlah awak media bersama team Libas turun dilokasi dan menemukan dua unit mobil Coltdiesel dirumah makan tersebut. Sehingga wartawan media ini bersama dengan Sona Halawa dari media online transparansinews.com mendatangi Mapolres Pelalawan guna melaporkan mobil yang diduga mengangkut BBM ilagel tersebut.
Ketika para penyidik Mapolres Pelalawan hendak turun ke lokasi, salah seorang rekan awak media yang berada dilokasi menghubungi jika mobil tersebut sudah pergi. Dikatakan bahwa ketua GRIB Jaya Kabupaten Pelalawan IP bersama M sudah bernegosiasi dengan Charles P. Sianipar bersama Amiruddin Yusuf Oknum Ketua PPWI Pelalawan dan rekan lainnya. Kepada Charles P Sianipar sudah diserahkan uang senilai Rp 6 juta, katanya.
Dilokasi, sempat terjadi cekcok antara ketua DPD Team Libas Pelalawan Adam Silaen marah kepada Charles P Sianipar. Adam Silaen mengaku merasa tersinggung atas negosiasi dengan menerima sejumlah uang dari oknum ormas GRIB (Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu) Jaya Kabupaten Pelalawan demi meloloskan mobil pengangkut minyak mentah itu dari Jambi.
Keterangan ketua DPD Team Libas Kabupaten Pelalawan Adam Silaen terkait informasi adanya pembagian senilai tiga juta rupiah kepada Team Libas, dibenarkan bahwa sempat disodorkan kepadanya sejumlah uang oleh Charles usai berunding dengan IP dan M. Silaen mengakui tidak mengetahui berapa jumlah uang tersebut karena sudah digulung dalam genggamannya.
“Saya bilang sudahlah pegang sajalah uang itu, tidak enak saya menerimanya. Tidak enak kalau didengar oleh kawan-kawan lain nanti jika menerima uang itu, ucap Silaen menolak uang yang mau disodorkan oleh Charles kepadanya saat itu” ujar silaen.
Masril selaku rombongan yang telah menyerahkan uang kepada Charles Sianipar, kepada wartawan media ini membenarkan hal itu. Tiga juta untuk team Libas dan dua juta untuk rekan-rekan media. Akan tetapi rekan-rekan media keberatan karena lebih besar untuk team Libas sehingga saya menambahkan satu juta lagi sehingga semuanya genap enam juta.
“Diiterima atau tidak oleh team Libas uang senilai tiga juta itu saya tidak tahu, jelasnya ketika bertemu di Simpang KM 11 Buatan Kabupaten Siak beberapa jam setelah kejadian” kata Masril.
Sesuai informasi yang berhasil dihimpun dilapangan, supir mobil tersebut bermarga Ambarita. Kepada awak media Ambarita mengaku bahwa minyak tersebut milik Yudha Pratama Silalahi dari Jambi untuk diantarkan ke gudang penampungan di Ujung Tanjung. Sang supir mengaku bahwa pengangkutan minyak tersebut tidak disertai dokumen surat jalan maupun surat izin pengangkutan. (Team)
