PTPN IV Regional III SEI Intan di Nilai Tidak Komitmen Merawat Areal Serta Menjaga Hasil Produksi

PTPN IV Regional III SEI Intan di Nilai Tidak Komitmen Merawat Areal Serta Menjaga Hasil Produksi

Spread the love

Rokan hulu – MITRATNI – POLRI.ID Tandan Buah Sawit (TBS) atau buah kelapa sawit,serta semak nya blok yang tidak terawat di areal Afdeling II milik Perkebunan Nusantara (PTPN) IV regional III unit SEI intan yang terletak di desa kembang damai kecamatan pagaran tapah darussalam Darussalam kabupaten Rokan hulu ditemukan berserak dan membusuk menghitam di aliran peret kecil dan tidak terangkuts erta blok bagaikan hutan, Sabtu 10/8/2024.

“Meski kondisi jalan mendukung yang hanya berjarak 20 meter dari pinggir jalan poros akan tetapi terlihat TBS di biarkan membusuk dan tidak diangkut seharus nya pada prinsipnya buah yang dipanen oleh karyawan pemanen akan tetap diangkut menuju PKS untuk diolah.

“Terpantau juga Soal buruknya perawatan, pencabutan tukulan serta penyemprotan yang belum dilaksanakan, pantauan awak media blok areal Afd dua terkesan seperti lahan yang tidak terurus karena lahan ditumbuhi oleh batang kayu, padahal Untuk areal semak kebun sudah menganggarkan biaya untuk pemeliharaan tetapi areal kebun afdeling dua terpantau semak bagai hutan begitu juga dengan Persoalan berondolan ada yang tidak dikutip oleh pemanen.

Berdasarkan penelusuran di areal afdeling dua Kebun Sei intan milik Negara itu, TBS terlihat terbuang sia-sia. berserak di parit serta buah membusuk di hanya radius dua puluh meter saja sudah ada lima tandan buah yang dibiarkan membusuk, serta blok bagai hutan hal ini menjadi pertanyaan besar apakah ini faktor kelalaian atau faktor kepemimpinan yang tidak mengedukasi anggota tenaga panen Afdeling tersebut.

Dari akses jalan atau areal sangat lah memungkin kan pemanen mengangkut TBS dari dalam parit kecil karena dari jalan poros sangat terlihat lokasi buah yang sengaja dibiarkan membusuk diparit kecil hal ini sangat bertentangan dengan kejar produksi yang selalu digaungkan oleh pimpinan pusat, hal ini patut diduga ada indikasi pembiaran TBS membusuk dilapangan,serta kurang nya pemeliharaan blok Padahal kebun PTPN IV milik BUMN tersebut punya anggaran untuk gaji anggota pemanen dan perawatan di seluruh Afd yang ada di kebun SEI intan.

Hal itu dinilai tidak mendukung hasrat dan impian Direktur Utama (Dirut) PTPN IV regional III, Jatmiko Krisna Santosa untuk mengantar perusahaan plat merah itu menjadi perusahaan Initial Publik Offering (IPO).

Direktur Utama PTPN V itu, menginginkan pimpinan perusahaan pintar mengurusi, dan mengelola hingga menghasilkan produksi Tandan Buah Sawit (TBS) yang maksimal dan berkualitas.

Dinilai Perkebunan Nusantara (PTPN) IV Kebun Sei Rokan lalai dan tidak komitmen menjaga hasil produktivitas Tandan Buah (TBS) serta semak nya areal kebun yang berdekatan dengan permukiman karyawan Afd dua.

“Saat dikonfirmasi awak media melalui pesan watshaap prihal buah membusuk,berondolan berserak serta semak nya areal Afd dua,manejer SEI intan Mahendra menjawab bahwa areal yang semak tidak ada anggaran pemeliharaan karena blok tersebut sudah tidak produktif.

Tapi di lapangan tak ada tanda tanda atau pamplet kalau lahan itu adalah lahan pamel seperti yg di sampaikan manejer pak Mahendra…

 

 

 

Jurnalis – Zainuddin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *