Labuhanbatu (Sumatera Utara)-MITRATNI-POLRI.ID
Peredaran narkotika jenis sabu di kawasan Jalan Padang Bulan, Kecamatan Rantau Utara, Kabupaten Labuhanbatu, kembali meresahkan masyarakat. Aktivitas haram ini diduga kuat dikendalikan oleh bandar besar (BD) berinisial RZ, dengan mengandalkan seorang pemain lapangan sekaligus humasnya berinisial Was.
Meski aparat penegak hukum telah berulang kali melakukan razia, bisnis gelap ini disebut-sebut tetap berjalan terang-terangan di belakang sebuah doorsmeer di kawasan tersebut.
Berdasarkan pantauan dan informasi yang dihimpun awak media di lapangan, lokasi di belakang doorsmeer Jalan Padang Bulan menjadi titik utama perputaran barang haram tersebut. Jaringan ini diduga bergerak rapi di bawah kendali RZ, sementara Was berperan aktif di lapangan untuk mengatur perputaran uang dan mengondisikan situasi (humas).
Seorang narasumber yang meminta identitasnya dirahasiakan mengungkapkan bahwa aktivitas ini sudah berlangsung cukup lama dan terkesan kebal hukum.
“Kalau memang aparat serius ingin membuktikan, silakan lakukan pemantauan langsung. Hampir setiap hari terlihat orang keluar masuk ke lokasi itu. Kami tahu di belakangnya ada RZ sebagai bandar besar, dan si Was yang mengatur di lapangan. Warga sudah sangat resah,” ujar sumber tersebut kepada awak media, Selasa (07/07).
Kondisi ini dinilai ironis. Sebab, kawasan Jalan Padang Bulan sebelumnya sempat dicanangkan sebagai program “Kampung Bebas Narkoba” yang ditandai dengan pemasangan spanduk pencegahan. Namun saat ini, fungsi program tersebut dinilai mandul dan jauh dari harapan masyarakat.
Desakan Kepada Kapolres dan Kasat Narkoba Labuhanbatu
Masyarakat pun mempertanyakan komitmen Polres Labuhanbatu dalam memberantas peredaran narkotika di wilayah hukumnya. Mereka mendesak agar aparat tidak hanya melakukan razia seremonial yang bocor sebelum bertindak.
“Kami berharap jangan hanya razia sesaat. Jika memang ada bandar besar seperti RZ dan jaringan lapangannya seperti Was yang bermain di sana, bongkar sampai ke akar-akarnya. Warga ingin lingkungan mereka benar-benar bersih,” tambahnya.
Demi menyelamatkan generasi muda, warga meminta Kapolres Labuhanbatu, AKBP Wahyu Endrajaya, S.I.K., M.Si., Kasat Narkoba Polres Labuhanbatu, AKP Hardiyanto, S.H., M.H., serta pihak BNN untuk segera melakukan penyelidikan intensif dan menangkap para aktor utama di balik peredaran sabu ini.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak-pihak yang dituding warga berinisial RZ maupun Was belum memberikan keterangan resmi. Awak media tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi seluas-luasnya sesuai dengan Kode Etik Jurnalistik.
Penulis : Rinaldi
