Harga BBM Non-Subsidi Naik di Kendari, Penjualan Turun dan Konsumen Beralih ke Subsidi

Harga BBM Non-Subsidi Naik di Kendari, Penjualan Turun dan Konsumen Beralih ke Subsidi

Spread the love

Kendari (Sulawesi Tenggara)-MitraTNI-POLRI.ID

PT Pertamina Patra Niaga resmi menyesuaikan harga BBM non-subsidi per 10 Juni 2026. Di wilayah Kendari dan Sulawesi Tenggara, Pertamax (RON 92) naik dari Rp12.600 menjadi Rp16.650 per liter, sedangkan Pertamax Green menjadi Rp17.000 per liter. Sementara itu, harga BBM subsidi Pertalite tetap Rp10.000 dan Biosolar Rp6.800 per liter tanpa perubahan.

Pantauan di lapangan menunjukkan dampak langsung: penjualan Pertamax di sejumlah SPBU turun sekitar 15–20 persen atau setara 3.500–4.000 liter per hari. Sebaliknya, antrean pengisian Pertalite makin panjang seiring banyaknya pengguna yang beralih demi menekan biaya operasional.

Pihak Pertamina menyatakan penyesuaian mengikuti formula resmi, mempertimbangkan harga minyak dunia dan nilai tukar rupiah, guna menjaga keberlanjutan pasokan energi. Di sisi lain, sejumlah warga dan pengusaha mengeluhkan beban biaya yang meningkat, terutama bagi kendaraan keluaran terbaru yang membutuhkan oktan lebih tinggi.

DPRD Sultra mencatat kondisi ini dan akan memantau dampaknya terhadap daya beli serta kemungkinan penyesuaian tarif transportasi. Masyarakat diminta menggunakan BBM sesuai spesifikasi kendaraan dan melaporkan jika terjadi penyimpangan harga di lapangan.

Sumber: Pertamina Patra Niaga Sultra, Pantauan Lapangan, DPRD Sultra

 

Pewarta : Irham safiin Konsel (Sultra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *