Kupang (Nusa Tenggara Timur)-MitraTNI–POLRI.id
Suasana tenang di Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) Bokong, Kecamatan Toianas, Kabupaten Timor Tengah Selatan, mendadak berubah menjadi kepanikan pada Selasa (16/6/2026) malam sekitar pukul 20.00 WITA. Seorang tenaga kesehatan yang sedang bertugas mengaku memergoki seorang pria paruh baya yang diduga berada di sekitar jendela Poskesdes dan diduga berupaya mencongkel bagian bangunan tersebut.
Peristiwa itu dialami oleh M.G.S., seorang tenaga kesehatan berstatus PPPK yang bertugas di Poskesdes Bokong. Berdasarkan keterangan yang diperoleh media, saat kejadian M.G.S. berada seorang diri di ruang kerjanya sambil menyelesaikan laporan pelayanan kesehatan dan berbicara melalui telepon dengan suaminya yang berada di Kota Kupang.
Di tengah percakapan tersebut, M.G.S. mengaku mendengar suara mencurigakan dari arah luar bangunan. Karena suara itu terdengar semakin jelas, ia kemudian beranjak dari tempat duduknya dan menuju jendela untuk memastikan sumber suara yang didengarnya.
Saat menggeser gorden jendela, M.G.S. mengaku terkejut melihat sosok seorang pria paruh baya berada di dekat jendela Poskesdes. Menurut keterangannya, pria tersebut diduga sedang berupaya mencongkel bagian jendela bangunan. Ia mengaku mengenali sosok tersebut karena merupakan warga yang tinggal tidak jauh dari lokasi kejadian.
Merasa takut dan terancam, M.G.S. spontan berteriak meminta pertolongan. Namun pada saat itu belum ada warga yang langsung datang ke lokasi. Sementara itu, pria yang diduga berada di dekat jendela tersebut disebut langsung meninggalkan lokasi setelah mengetahui keberadaannya telah diketahui.
Dalam kondisi panik dan sendirian, M.G.S. kemudian menghubungi kedua orang tuanya yang berada di Ayotupas untuk meminta bantuan.
Situasi yang dialaminya semakin menegangkan karena pada saat kejadian rekan kerjanya yang berinisial A.H. sedang berada di luar Poskesdes untuk mengantarkan obat kepada pasien. Selain itu, pintu Poskesdes dalam keadaan terkunci dari luar karena kunci berada pada rekan kerjanya tersebut.
Teriakan minta tolong yang sempat terdengar akhirnya menarik perhatian warga sekitar. Sejumlah warga kemudian keluar dari rumah masing-masing dan mendatangi Poskesdes untuk memastikan apa yang sebenarnya terjadi.
Tidak lama kemudian, Kepala Desa Bokong turut hadir di lokasi setelah menerima informasi dari warga. Kehadiran aparat desa bersama masyarakat setempat membuat suasana yang sempat mencekam perlahan mulai terkendali.
Menindaklanjuti informasi tersebut, Kepala Desa Bokong kemudian menghubungi pihak kepolisian guna meminta penanganan lebih lanjut. Warga yang telah berkumpul di lokasi selanjutnya menunggu kedatangan petugas kepolisian untuk melakukan langkah-langkah sesuai prosedur.
Berdasarkan informasi yang dihimpun media, petugas Bhabinkamtibmas Polsek Amanatun Utara tiba di lokasi sekitar pukul 23.58 WITA. Setelah menerima penjelasan dan keterangan awal dari pihak yang berada di lokasi, petugas kemudian mengarahkan M.G.S. untuk membuat laporan polisi di Polsek Amanatun Utara agar peristiwa tersebut dapat ditangani sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Kehadiran petugas kepolisian menjadi bagian dari upaya penanganan awal atas peristiwa yang sempat mengundang perhatian masyarakat setempat. Warga berharap adanya tindak lanjut yang cepat dan profesional sehingga dapat memberikan rasa aman bagi tenaga kesehatan maupun masyarakat yang memanfaatkan layanan kesehatan di Poskesdes Bokong.
Media ini juga berupaya meminta keterangan dari petugas Bhabinkamtibmas yang berada di lokasi guna memperoleh penjelasan terkait langkah-langkah penanganan yang dilakukan. Namun hingga kegiatan di lokasi berlangsung, upaya konfirmasi tersebut belum memperoleh tanggapan.
Berdasarkan pantauan di lapangan, petugas beberapa kali terlihat berpindah lokasi dan belum memberikan keterangan kepada awak media. Karena itu, media ini belum memperoleh informasi resmi dari pihak kepolisian terkait kronologi penanganan maupun tindak lanjut atas laporan yang diarahkan untuk dibuat di Polsek Amanatun Utara.
Peristiwa yang terjadi di fasilitas pelayanan kesehatan desa tersebut menimbulkan perhatian warga karena menyangkut rasa aman tenaga kesehatan yang sedang menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat. Warga berharap proses penanganan dapat dilakukan secara transparan dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku agar memberikan kepastian bagi semua pihak.
Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait hasil penanganan maupun status hukum atas peristiwa tersebut. Media ini juga belum memperoleh konfirmasi dari pihak yang disebut dalam keterangan saksi.
Karena itu, informasi dalam pemberitaan ini masih berdasarkan keterangan pihak yang berada di lokasi saat kejadian. Media tetap membuka ruang hak jawab dan hak koreksi kepada semua pihak yang berkepentingan, termasuk pihak kepolisian dan pihak yang disebut dalam keterangan saksi, guna menjaga keseimbangan informasi, menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah, serta mematuhi Kode Etik Jurnalistik dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Jurnalis Roy S
