Akses Jalan Gunungsitoli–Hiliduho–Alasa Semakin Hari Semakin Parah Mohon di Perhatikan 

Akses Jalan Gunungsitoli–Hiliduho–Alasa Semakin Hari Semakin Parah Mohon di Perhatikan 

Spread the love

Gunungsitoli (Sumatera Utara)-Mitratni-polri.id

Kerusakan di sejumlah titik dinilai telah membahayakan keselamatan masyarakat yang setiap hari menggunakan jalur tersebut.

Kondisi ini mendapat perhatian serius dari salah satu tokoh masyarakat Nias Utara sekaligus Politikus Partai Golkar Kab Nias Utara, Rozama Lase, SE alias Ama Carlos.

Saat ditemui dan diwawancarai di wilayah Kota Gunungsitoli, ia mendorong Pemerintah Provinsi Sumatera Utara agar terus hadir serius mencari solusi atas persoalan tersebut.

Menurut Ama Carlos, salah satu langkah yang perlu dipertimbangkan adalah mengambil alih status ruas jalan Gunungsitoli–Hiliduho–Alasa menjadi jalan provinsi, sehingga penanganan dan pembangunan dapat dilakukan secara lebih terarah dan berkelanjutan.

“Ini bukan hanya persoalan jalan rusak. Ini menyangkut keselamatan masyarakat. Jangan sampai pemerintah baru bergerak setelah terjadi korban jiwa,” tegas Rozama, yang aktif melakukan kritik di Media Sosial jika ada yg harus di suarakan khususnya di Wilayah Zona 3T Nias Utara ..

Ruas jalan tersebut merupakan salah satu urat nadi dan akses penting yang menghubungkan 3 Kota/Kab dhi. Kota Gunungsitoli dengan Wilayah Kec Hiliduho Kab Nias menuju Kec Alasa Nias Utara.

Aktivitas masyarakat, kendaraan roda dua maupun roda empat, sangat bergantung pada kondisi jalan tersebut.

Kerusakan yang semakin parah juga dikhawatirkan meningkatkan risiko kecelakaan. Sejumlah pengendara sepeda motor disebut pernah mengalami kecelakaan akibat kondisi jalan, sementara kendaraan roda empat juga dilaporkan pernah mengalami kecelakaan hingga terguling.

Rozama berharap Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution dapat melihat persoalan ini sebagai kebutuhan mendesak masyarakat Kepulauan Nias, sekaligus melihat lebih dekat Kondisi Jembatan Muz6i di Kec Alasa Talu Muz6i segera di Revitalisasi oleh Pemkab Nias Utara ..

Ia juga meminta FORKOMPIMDA atau pemerintah daerah di Kepulauan Nias bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Utara boleh duduk bersama untuk membahas status jalan ini hingga penanganan lebih lanjut ..

“Jangan sampai persoalan kewenangan atau keterbatasan Anggaran menjadi alasan dan memaksa masyarakat harus terus melewati jalan yang rawan dan membahayakan.

Pemerintah harus benar2 hadir dan mencari solusi terbaik,” ujarnya.

Menurutnya, apabila status jalan tetap berada pada kewenangan daerah, keterbatasan anggaran dikhawatirkan kembali menjadi kendala dalam pembangunan maupun pemeliharaan jalan.

Di Tempat yang Berbeda, Awak Media Mecaba Mengambil Tanggapan Salah Satu Tokoh Masyarakat Yang peduli Di jalan Alasa Hiliduho ke-i Kota Gunungsitoli, Menurut Ama Nias Zalukhu Sebagai Tokoh dari Desa Bitaya Kec.Alasa karena jalan ini masih berstatus jalan kabupaten maka pemerintah daerah yakni Kota Gunungsitoli, Kabupaten Nias dan Kabupaten Nias Utara perlu mengambil sebuah langkah untuk meningkatkan status jalan ini menjadi jalan provinsi atau ring road Gunungsitoli – Nias dan Nias Utara.

Ya, kita tahu bahwa akses jalan ini merupakan akses vital bagi masyarakat Alasa, Hiliduho menuju Kota Gunungsitoli (ujar Ama Nias).

Seiring dengan program Gubernur terkait peningkatan Bandar Udara Binaka dan Pelabuhan Roro Gunungsitoli, dirasa perlu memperhatikan infrastruktur pendukung termasuk ruas jalan yang sudah kian parah ini.

Kerusakan yang semakin parah juga dikhawatirkan meningkatkan risiko kecelakaan. Hampir tiap saat kita mendengar kecelakaan akibat kerusakan ruas jalan ini terutama kendaraan roda empat pengangkut hasil produksi pertanian dari beberapa kecamatan menuju Kota Gunungsitoli.

Sejumlah pengendara sepeda motor juga mengalami kesulitan saat berkendara bahkan mengalami kecelakaan akibat kondisi jalan tersebut .

Jalan ini sudah pernah dilalui oleh Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution saat Kunjungan Kerja di Kecamatan Alasa tanggal 07 Agustus 2026 yang lalu, namun hingga kini belum ada pernyataan resmi dari Gubernur terkait penanganan kerusakan disepanjang ruas jalan ini.

Maka dirasa perlu setiap elemen masyarakat turut serta mendesak pemerintah untuk penanganan lebih serius ruas jalan yang makin rusak parah ini.

Karena itu, usulan perubahan status ruas Gunungsitoli–Hiliduho–Alasa menjadi jalan provinsi dinilai layak dipertimbangkan demi mempercepat pembangunan dan memberikan kepastian penanganan terhadap jalur strategis tersebut.

Masyarakat kini menunggu langkah nyata pemerintah. Jangan menunggu korban berjatuhan baru jalan diperbaiki. Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama. Laporan Yarmend

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *